Home / Wirausaha / Start Up / Perang E-Commerce di Indonesia
perangecommerce

Perang E-Commerce di Indonesia

Ketika perilaku belanja online mulai mengadaptasi sebagian besar pengguna internet di Indonesia, situs yang menyediakan pembelanjaan online mulai menjamur,  mulai dari barang kebutuhan pokok sampai barang-barang kelas mewah semua tersedia secara online. Dan mungkin masih terlintas dalam ingatan kita dulu ketika situs multiply.com bertransformasi dari situs jejaring sosial menjadi situs e-commerce, dan dengan penuh percaya diri pihak multiply.com pun membuka kantor di Indonesia, bahkan memindahkan kantor pusat dari Florida ke Jakarta, karena melihat begitu besar pangsa pasar di Indonesia, begitu pula ketika masih menjadi situs jejaring sosial, multiply banyak digunakan oleh pengguna internet di Indonesia untuk jualan online.

Namun seiring dengan berjalannnya waktu bisnis multiply tidak sesuai harapan, begitu ketatnya persaingan situs belanja online di Indonesia membuat multiply sulit untuk tetap bertahan, Langkah ini dipilih karena Multiply tidak bisa mencapai posisi terdepan di industri e-commerce dengan model bisnis yang multiply-tutupberkesinambungan. Akhirnya tanggal 6 Mei 2013 situs multiply resmi tutup.

Dan memang industri e-commerce Indonesia sudah mulai dipenuhi dengan berbagai macam tipe bisnis jual beli online dengan masing-masing niche dan keunikannya, dari mulai forum yang menyediakan jual beli online, situs business to consumer (B2C), marketplace dan lain sebagainya.

Beberapa situs e-commerce disokong oleh dana yang sangat kuat sehingga mereka tidak segan-segan untuk membukukan kerugian di awal berdirinya situs e-commerce tersebut. Contoh zalora, situs jual beli online untuk product fashion terbesar di Asia Tenggara, dikutip dari berbagai macam sumber, pada tahun 2012 Zalora membukukan kerugian sebesar 900 miliar rupiah, jumlah yang sangat fantastis, Biaya gaji pegawai dan pemasaran menyumbang porsi besar untuk kerugian perusahaan yang fokus di penjualan barang fashion dan lifestyle ini. Dengan dana sebanyak itu Zalora menghabiskan uangnya untuk pemasaran online, menghajar semua keyword produk fashion dan tentu saja efeknya jangka panjang zalora akan bertengger di posisi pertama hasil pencarian google dari semua kata kunci peminat produk fashion.

Dengan modal di awal besar situs e-commerce bisa memperkuat posisinya ketika tren “online shopping” sudah mulai menjamur, dan kita lihat sekarang penetrasi belanja online meningkat pesat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, banyak faktor yang membuat konsumen lebih memilih belanja online diantaranya malas menghadapi kemacetan di jalan untuk pergi belanja ke toko, waktu di perjalanan yang terbuang percuma, dan juga banyak situs e-commerce yang memberikan ongkos kirim gratis bagi konsumen yang berbelanja dengan harga barang yang lebih murah dari toko konvensional, seperti situs lazada.co.id.

Rugi besar merupakan salah satu legitimasi para pemain e-commerce start-up untuk dapat meraih posisi puncak di jagat e-commerce Indonesia, untuk itulah banyak pemain e-commerce mereka berlomba-lomba membuat aplikasi se-unik mungkin dan mencari investor untuk menancapkan kukunya di tanah Indonesia, Zalora sendiri telah memperoleh pendanaan dari J.P Morgan dan Tengelmann yang jumlahnya mencapai puluhan juta dollar.

Forum dan iklan baris

Business to consumer

marketplace

Dan sekarang bertambah lagi situs e-commerce yang siap menghantam e-commerce skala mikro, mataharimall.com yang dimiliki oleh lippo grup dan mapemall.com yang dimiliki oleh Mitra AdiPerkasa.

Mataharimall

Mataharimall.com merupakan situs e-commerce yang mungkin akan memenuhi kebutuhan banyak konsumen, dan banyak fasilitas di mataharimall yang tidak ada di situs e-commerce lain, salah satunya kemudahan pengembalian barang jika barang yang dibeli tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen, karena mataharimall menerapkan O2O, online to offline dan offline to online, pembeli bisa membeli barang secara online dan membayar serta mengambilnya di gerai matahari secara offline yang sudah memiliki banyak cabang di Indonesia, juga pembeli bisa mengembalikan barang secara offline di Matahari Departmen Store yang tersebar di Indonesia, karena jaringan matahari department store sudah tersebar di seluruh Indonesia maka ini menjadi satu senjata ampuh untuk memenangkan persaingan karena banyak situs e-commerce menerapkan kebijakan yang rumit untuk proses refund dan pengembalian barang. Dengan sokongan dana yang kuat dipastikan situs e-commerce mataharimall akan menjadi salah satu e-commerce terbesar di Indonesia.

Selain mataharimall.com yang diperkirakan delay dari jadwal peluncuran website tersebut, hadir pula mapemall.com yang merupakan unit bisnis PT Mitra Adiperkasa tbk, memiliki lebih dari 1.800 gerai di lokasi ritel utama pada 59 kota besar di Indonesia dengan lebih dari 21.000 karyawan. Dengan lebih dari 150 merk yang bermitra di bidang fashion, food, sports equipment, dan produk lifestyle, mapemall.com siap menghadapi ketatnya persaingan industri e-commerce di Indonesia.

mapemall

Dengan pondasi bisnis yang kuat di ranah offline, dapat dipastikan mapemall.com juga akan menjadi salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Saat ini mapemall.com masih berstatus coming soon, namun menurut Nashya, MAPeMAll’s ecommerce marketing head, saat ini mapemall.com sudah memiliki 5.000 produk yang tercantum di dalam website tersebut dan akan bertambah pesat katalog produk seiring dengan peluncuran website tersebut di sekitar pertengahan bulan Juli 2015, dan mapemall.com tersebut diperkirakan akan mulai melayani konsumen di awal Agustus 2015.

Check Also

internet marketing

5 Dasar Internet Marketing Untuk Pemula

1. Perancangan Website Yang Baik Desain sangat penting, terutama untuk website Anda. Karena situs web ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *